Kamis, 15 Desember 2016

RENUNGAN MENTARI

Wajahku disambut dengan bak mentari kicuan burung-burung dari pepohonan, semakin menarik suasana pagi ini, apalah dayaku karna sepanjang malam tidak bisa mata ini dipejamkan, karna menanti berita untuk masa depan yang tak kunjung datang.

Jangan pernah menganggu anak gadis orang kalau anda belum punya tanggung jawab. Karna secara batin tidak cukup tanpa lahiriah.
selengkapnya...

MENCINTAIMU DALAM JIWA SAJA

Denyut ini masih terasa
Jantung ini masih berdetak
Mata ini masih menatap

Paru-paru ini masih berkerja
Hati ini masih mencinta
Mengurut setiap kejadian

Mengingat setiap ucapan
Tak ada, tak ada harapan
Hanya kepalsuan

Tau diri
Sadar diri
Mengaca hati
Dimulai dari saat ini

Jalan hidup sudah dipilih
Sosok itu dipilih sendiri
Bahagia, pedih, khianat, dan nikmati
Nikmati pedihnya sampai sudah tak terasa lagi

Berbahagia tanpa menyakiti
Tersenyum tanpa melukai
Berjalan tanpa meninggalkan duri
Mencintai tanpa memiliki

Sudah harus membangun cinta
Sudah harus menciptakan bahagia
Cinta sendiri, bahagia itu sendiri

Bersama orang yang hak untuk dimiliki
Tanpa menoleh kekanan kekiri
Aku mencintaimu. Ya aku cinta kamu

Tapi kau bukan milikku
Dan tak akan jadi milikku
Aku tak akan menyesal mengenalmu

Karena kau datang untuk sebuah alasan
Mengajarkan arti kekuatan
Memberi arti kesungguhan

Dan saat ini waktunya aku menghilang
Bersama derai tawa
Bersama senyum bahagia

Bersama cita-cita
Aku tak kemana-mana
Hanya tampil berbeda

Aku tak kemana-mana
Hanya ingin menjadi diriku saja
Dan kamu, tetaplah disana

Bersama kekuatan raja
Bersama kemegahan sang punjangga
kekaguman ini tak pernah sirna
Hanya saat ini sudah berubah wajah
selengkapnya...

HANYA KAMU !

Tuan mana yang memiliki rasa yang terpenjara, semua bungkam namun bergetar ingin terucapkan.

Mata hati bicara lirih.
Aku ingin dia katanya

Satu persatu cinta menyeruak, tak terbendung sayang semua yang meluap sejadi-jadinya. Wajah malu tertutup rindu.

Aku ingin kamu kataku.

Apa yang salah dari aku, jika aku yang datang terlambat dan dia ada dari awal. Maaf jika aku meminta pilihan, bahwa sejatinya aku ingin kamu. Tapi jika saja kamu mampu memilih.

Aku pun takut. Jika bukan dia yang tersingkir, maka aku diam sediam tanpa suara aku mau kamu. Hanya bisa menjerit sekerasnya dalam bisu.

Maaf jika aku datang,bukan memintamu untuk mendua. Tapi aku mau kamu! itu kataku. Aku ingin kita menjadi satu dalam doa.

Tanpa dia. Itu saja
selengkapnya...

AKU RINDU

Aku rindu.

Harus bagaimanakah aku mengungkapnya?
Dinginku ini sengaja.
Aku tak ingin memupuk perasaan yang tak seharusnya dikembangkan, aku tak ingin mengikat yang tak mungkin ku ikat.

Tapi disisi lain, aku justru menyayangimu dengan caraku, mencintaimu dengan segala keterbatasanku. Aku tak tahu bagaimana jadinya jika senyumanmu itu dimiliki orang lain, jika tatapmu mengalih ke wajah lain, jika genggamanmu mulai erat dijemari lain, jika sikap manismu teruntuk untuk pria lain.

Aku sungguh tak tahu bagaimana jadinya.

Aku sungguh masih mencintaimu dalam diamku, mengagumi dalam heningku, menyayangimu dalam sepiku dan mendambamu dalam doaku.
selengkapnya...

Copyright © 2013 Suka-Suka Blogger | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah